Skip to content
narrow screen wide screen auto screen Increase font size Decrease font size Default font size blue color orange color green color

Paralayang Indonesia

Click on the slide!

Muri 99 ( 09-09-2009)

Female Participant pilot  ( foto by Get )

Click on the slide!

Rekor MURI 88 ( 08-08-2008)

kesuksesan Muri 88 tahun lalu akan di pecahkan tahun ini pada 09-09-2009  rekor Muri 99 di lokasi yang sama Timbis…

Click on the slide!

SAMOSIR OPEN 2009

byur day (photo by bei berli)

Click on the slide!

Paralayang 88

Harus bertahan 8 jam di udara membuat peserta kehausan.

Lanjut...
Frontpage Slideshow (version 2.0.0) - Copyright © 2006-2008 by JoomlaWorks
Paragliding World Cup Mun Gyeong 2009

MunGyeong adalah sebuah kota di bagian utara propinsi Gyeongsang, Korea Selatan. Mun Gyeong yang berarti juga "mendengar kabar baik" secara topologi berada di kawasan pegunungan Sobaek yang membentang antara Propinsi Gyeongsang Utara dan Chungcheong Utara.

Selama musim semi, antara April dan Mei, MunGyeong adalah tempat dengan kondisi yang ideal dimana thermal dan kecepatan angin sesuai untuk melaksanakan kompetisi paralayang lintas alam (Cross Country = XC).

Dilaksanakan pada tanggal 25 April hingga 2 Mei 2009, Paragliding World Cup Asia & Oceania MunGyeong 2009 ini diikui oleh 118 atlet dari mancanegara, terdiri 9 pilot wanita, dan 109 pilot pria. 2 pilot Indonesia yang terdaftar dalam even ini adalah Bima Putra dan Toni Susanto. Indonesia merupakan satu-satunya negara dari Asia Tenggara yang mengikuti kejuaraan ini.

Semoga keikutsertaan mereka mampu menaikkan ranking Indonesia di dunia paralayang internasional. (tebas)

 
Paragliding Accuracy World Cup Jugra 2009

Paragliding Accuracy World Cup Jugra 2009 akan dilaksanakan pada tanggal 1 - 3 Mei 2009.

Bertempat di Jugra Hill, Banting, Selangor, Malaysia akan dipertandingkan 4 nomer ketepatan mendarat sebagai berikut :

  1. Beregu Terbuka (3 Juara)
  2. Perorangan Terbuka (5 Juara)
  3. Perorangan Wanita Terbuka (3 Juara)
  4. PTLM Tertutup (5 Juara)

Dengan Total Hadiah yang diperebutkan sebesar RM 25.800

Berikut ini adalah daftar para pilot dan official yang akan ikut bertanding dalam kejuaraan tersebut.

Selanjutnya...
 
Catatan Sejarah “PLGI GO INTERNATIONAL”

Oleh : Dharmawan Sirin

Pertama kali Paralayang Indonesia mengikuti Kejuaraan Internasional adalah pada saat FASI mengirimkan Tim Aerosport untuk Mengikut World Air Games I Turkey 1997, tanggal 15 september – 21 September 1997 di kota Denizly Turkey, Tim Paralayang Indonesia Terdiri dari :
1.    Lilik Darmono.
2.    Agung Wicaksono (Alm).
3.    Bima Putra.
4.    Teguh Arif Wicaksana (Alm).
Sayang hasil atau result yang dihasilkan oleh tim  Paralayang Indonesia tidak terdata dengan baik, karena belum adanya sistem pe-rankingan seperti sistem WPRS (World Pilot Ranking Scheme) yang mulai digunakan pada awal tahun 2000. Result yang ada, seperti yang tertera di website ini : http://airsports.fai.org/jan98/jan9805.html

Data di peroleh dari CIVL World Ranking, yang menjadi acuan dalam ranking FAI, sebelumnya tercatat dengan menggunakan formula sistem ranking yang statis yang sejak tahun 2006 formulanya telah berubah menjadi sistem ranking seperti sekarang ini. (Tentang WPRS Formula)

Selanjutnya...
 
Paralayang dan Towing

PURBALINGGA - Sebanyak 53 atlet paralayang  dari seluruh Pengurus Propinsi (Pengprop) Federasi Aerosport Seluruh Indonesia (Fasi) se-Indonesia berlatih bersama di Pangkalan Udara (Lanud) TNI AU Wirasaba Purbalingga setahun yang lalu. Pada kegiatan itu, para atlet memperdalam teknik terbang dengan media towing, yakni alat dari mesin untuk menarik atlet saat take off).
 
“Biasanya, atlet melakukan take off (lepas landas) dari pegunungan. Dengan media towing, olah raga ini bisa dilakukan di lapangan udara atau landasan pacu di dataran rendah,” ujar Mayor AU dr Elisa Manueke.

Disebutkan dokter spesialis mata itu, latihan bersama di Lanud Wirasaba itu merupakan persiapan menghadapi Pekan Olah Raga Nasional (PON) yang diselenggarakan di Kaltim, Juli tahun lalu. Kegiatan itu sekaligus untuk memperkenalkan keberadaan media towing.

Perwira AU yang mengaku masih lajang (setahun yang lalu) itu menyebutkan, dengan media towing diperlukan tenaga tambahan sebagai master towing (penarik) dari masing-masing tim.  'Karenanya, masing-masing daerah harus memiliki master towing yang harus dilatih lebih dahulu,” ujarnya.

Menjawab pertanyaan, Elisa menyebutkan, lokasi Lanud Wirasaba Purbalingga sangat sangat memadai untuk untuk kegiatan olahraga paralayang dengan menggunakan towing.  Dengan landasan pacu yang cukup panjang dan tiupan angin yang tidak terlalu kencang membuat olahraga ini sangat cocok dimainkan di lapangan ini.

Satu persatu atlet dari seluruh Indonesia itu berlatih terbang di Lanud Wirasaba. Mereka tampak akrab. Kendati, seperti yang dituturkan Elisa, para atlet yang saat itu berlatih bersama akan bersaing membela daerah masing-masing dalam perolehan medali.

”Latihan biasanya dilakukan secara rutin di Lanud Adi Sumarmo Solo.  Di lokasi tersebut, panjang landasan pacunya sekitar 400 meter.  Sementara di Lanud Wirasaba sekitar 850 meter,” ujarnya.

Pada waktu itu Komandan Lapangan Udara (Danlanud) Wirasaba,  Mayor Adm Era Revianto menyatakan mendukung dan memfasilitasi kegiatan latihan bersama di pangkalan yang dipimpinnya. “Dengan menjadikan Lanud Wirasaba sebagai tempat latihan olahraga paralayang, keberadaan Lanud ini menjadi lebih dikenal oleh masyarakat luas.

(sumber :www.purbalinggakab.go.idost/yit)

 
Atlet Jatim Target Emas
Atlet paralayang Jatim terpaksa harus merogoh kantong mereka sendiri untuk membiayai latihannya. Padahal, mereka harus mempersiapkan diri untuk Kejuaraan Nasional (Kejurnas) paralayang di Bogor, 18-19 April mendatang.

Wakil Sekretaris Pengprov Persatuan Olahraga Layang Gantung Indonesia (PLGI) Jatim, Arif Eko Wahyudi, mengatakan, paralayang tidak lagi ikut dalam Puslatda Jatim. Ini sebagai akibat paralayang gagal meraih emas saat di PON XVII di Kalimantan Timur.

“Karena itu Paralayang tak dibiayai KONI Jatim,” beber Arif Eko Wahyudi, disela latihan paralayang di lokasi pendaratan paralayang, Songgomaruto, Kecamatan Batu, Minggu (5/4).
Tanpa adanya dana ini membuat para pengurus dan atlet harus mempersiapkan sendiri ongkos akomodasi untuk naik turun Gunung Banyak, Songgomaruto. Setiap atlet yang ingin berlatih serius, minimal harus urun uang Rp 100.000 untuk latihan.

“Itu belum makan dan biaya transportasi atlet dari luar kota. Tapi ini harus kami jalani untuk mengasah kemampuan dan persiapan Kejurnas. Target kami sekarang menarik perhatian KONI Jatim dengan menyumbangkan emas saat Kejurnas Paralayang,” pungkasnya.(sumber: surya.co.id/st11)
 
<< Mulai < Sebelumnya 1 2 3 4 5 6 7 8 Berikutnya > Akhir >>

JPAGE_CURRENT_OF_TOTAL



Mohon masukan dari rekan-rekan berupa kritik dan saran ke kami.
Pilih salah satu jalur di bawah ini:
0818   0818 936 002
info@paralayang.org   info@paralayang.org
   Yahoo! Messenger:
CS1:  rivanhk
CS2:  lilik_darmon
CS3:  didit_majalolo
CS4:  ted_baskoro
CS5:  tegeglider

Tamu Online

Kami memiliki 34 Tamu online

PILOT ONLINE

None

PENGUMUMAN

Peserta kejuaraan nasional ketepatan mendarat puncak maret 2012, bagi yang belum memperpanjang Lisensinya mohon agar segera diperpanjang
Terima kasih

Kalender Kegiatan

No Posted Events

Tahukah Anda?

Website ini akan lebih 'Top MarkoTop' jika anda mau mengirimkan foto-foto atau klip video dengan durasi sekitar 2 - 3 menit  tentang kegiatan paralayang pribadi / kelompok disertai sedikit keterangan foto / video tsb. atau tulisan tentang pengalaman anda tentang paralayang atau kegiatan yang berkaitan dengan olahraga ini. Ditunggu ya foto & tulisannya di info@paralayang.org Thanks.

Polling