|

Banyak cara untuk bertualang. Kalau naik gunung? Sudah biasa. Kalau naik gunung lalu terbang dari lerengnya yang terjal dengan paralayang? Ini baru paduan petualangan yang mengasyikkan. Itulah yang dilakukan oleh sebelas penerbang yang tergabung dengan Tim Paralayang Boogie.
Ber-Landrover Ria Setelah molor satu jam dari jadwal yang ditentukan, Hari jumat pukul 20.20 rombongan besar yang terdiri dari 23 orang meninggalkan Puncak, Bogor. Tiga landrover Boogie dan 4 mobil lainnya yang penuh dengan perlengkapan terbang, beriringan menderu di tengah kepadatan lalulintas jalur Puncak – Cipanas. “ini kan akhir minggu panjang, pantesan aja padat merayap, mestinya kita berangkat lebih siang jadi nggak kena macet,” ungkap salah satu personil sedikit protes. Tetapi kemacetan ternyata nggak begitu lama, karena begitu lepas pasar Cipanas lalu lintas langsung cair. Rombongan kereta besi ini pun langsung menderu menuju Gunung Guntur yang terletak di Kabupaten Garut.
|
|
Selanjutnya...
|
|
 Lepas landas dari lereng bukit, lalu melesat ke angkasa bebas. Berputar-putar seperti burung Elang, mengejar thermal. lalu ribuan meter tinggi, dan ratusan kilometer pun dijangkaunya. Padahal terbangnya hanya dengan memanfaatkan angin. Inilah olahraga paralayang atau paragliding, cara termudah bagi mereka yang memimpikan terbang bebas. Menunggu Cuaca Meskipun cuaca mendung dan sering turun hujan dan kabut di Kawasan Perkebunan Teh Gunung Mas, Puncak, Bogor, tak menyurutkan niat para “penunggang angin” yang ingin melepaskan hasratnya untuk terbang. Sudah sejak pagi mereka setia kesempatan terbang. “Wah kabutnya kok tebal banget, gak bisa terbang nih?” keluh salah seorang penerbang paralayang di atas Bukit 250 yang jadi lokasi lepas landas. |
|
Selanjutnya...
|
 Wilayah Indonesia yang berbukit-bukit dan banyak pegunungan tinggi sangat potensial untuk perkembangan olahraga paralayang. Banyak tempat yang dapat digunakan untuk terbang, baik yang mudah dijangkau dengan kendaraan maupun yang harus ditempuh dengan jalan kaki. Tinggal memilih mana lokasi yang paling menarik dan menantang untuk diterbangi. Bagi beberapa kelompok penerbang, susahnya medan lepas landas tak menjadi persoalan meski harus berjalan kaki berjam-jam dan menggendong “pesawat” di punggungnya. Boleh jadi itulah yang justru dicari, berpetualang di darat kemudian dilanjutkan di udara. Kombinasi ini tentu menjadi paduan petualangan yang sangat mengasyikkan. |
|
Selanjutnya...
|
Paralayang adalah olahraga dirgantara paling murah dan mudah untuk dipelajari. Cari instruktur di sekolah atau klub yang sudah diakui oleh PLGI - FASI di kota terdekat. Kalau hanya ingin sekadar mencoba, anda bisa terbang tandem dengan seorang tandem master. Tidak perlu belajar khusus untuk ikutan tandem. Ada kemauan dan berani, anda sudah bisa merasakan terbang paralayang. Kalau beruntung pas dapat angin bagus anda bisa terbang lebih dari 30 menit. Tetapi kalau anda ingin betul-betul merasakan terbang solo, anda harus ikut sekolah yang memakan waktu sekitar 8 hari untuk tingkat PL 1.Kalau anda mau terbang seperti burung cobalah paralayang....... (gendonsubandono.blogspot.com) |
|
Parasut Paralayang: Elang butuh sayap untuk terbang, penerbang paralayang butuh parasut untuk mengangkasa. Parasut paralayang diciptakan memang untuk lepas landas dari sebuah lereng bukit. Bentuk dan ukurannya jauh berbeda dengan parasut yang dipergunakan untuk terjun payung. Parasut paralayang berbentuk elips terdiri dari dua lembar kain terbuat dari bahan nylon ripstop berporositas nol dengan ketebalan sekitar 44 g/m2. Dua lembaran kain ini dihubungkan dengan lembaran tegak untuk mempertahankan bentuknya. Lembaran tegak yang disebut ribs ini membentuk sel-sel yang jumlahnya puluhan. Sisi depan (leading edge) yang disebut mulut sel menganga untuk jalan masuknya angin, sementara di sisi belakangnya (trailing edge) tertutup rapat, sehingga angin terperangkap dan menciptakan tekanan di dalam parasut. Tali-tali yang terbuat dari bahan kevlar menjulur ke bawah disatukan dengan tambat (riser) dan dihubungkan dengan karabiner di tempat duduk penerbang.
|
|
Selanjutnya...
|
|
<< Mulai < Sebelumnya 1 2 3 4 5 6 7 8 Berikutnya > Akhir >>
|
|
JPAGE_CURRENT_OF_TOTAL |